Stasiun Gambir menjadi salah satu stasiun kereta api paling penting di Jakarta. Lokasinya berada di pusat ibu kota, tepat di kawasan Medan Merdeka dan sangat dekat dengan Monumen Nasional atau Monas.
Posisi tersebut membuat Stasiun Gambir mudah dijangkau dari kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, pusat wisata, hingga berbagai titik penting di Jakarta.
Stasiun ini terutama melayani perjalanan kereta api jarak jauh menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Dari Gambir, penumpang dapat bepergian ke Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Cilacap, Garut, Jember, dan sejumlah kota lainnya.
Aktivitas penumpang di Stasiun Gambir juga tergolong sangat tinggi. Sepanjang Semester I 2026, KAI mencatat 3.227.508 aktivitas pelanggan naik dan turun di stasiun ini.
Angka tersebut menempatkan Gambir sebagai salah satu stasiun kereta api jarak jauh dengan mobilitas pelanggan tertinggi di Indonesia.
Buat kamu yang punya rencana naik kereta dari Jakarta, memahami lokasi, fasilitas, akses transportasi, hingga daftar kereta dari Stasiun Gambir akan membantu perjalanan berjalan lebih lancar.
Profil Stasiun Gambir
PT.KAI menempatkan Gambir sebagai gerbang utama perjalanan kereta api jarak jauh di pusat Jakarta. Posisi stasiun yang berdekatan dengan Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, dan ruang publik membuat Gambir memiliki fungsi strategis dalam sistem transportasi ibu kota.
Aktivitas di stasiun berlangsung hampir sepanjang hari karena sejumlah kereta memiliki jadwal keberangkatan sejak pagi hingga malam.
Dalam operasional 2026, KAI mencatat Stasiun Gambir melayani sekitar 34 perjalanan kereta reguler setiap hari.
Jumlah perjalanan dapat berubah karena penyesuaian jadwal maupun pengoperasian kereta tambahan pada periode tertentu.
Karena melayani banyak perjalanan jarak jauh, Gambir menjadi pilihan penumpang untuk perjalanan bisnis, wisata, kunjungan keluarga, pendidikan, maupun perjalanan antarkota lainnya.
Sejarah Stasiun Gambir dari Masa Kolonial
Sejarah Stasiun Gambir sudah berlangsung lebih dari satu abad. Cikal bakalnya bermula ketika Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM membuka jalur kereta antara Batavia dan Weltevreden pada 15 September 1871.
Saat itu terdapat Halte Koningsplein di sisi timur kawasan yang kini dikenal sebagai Monas.
NISM kemudian membuka Stasiun Weltevreden pada 4 Oktober 1884.
Stasiun tersebut menggantikan peran Halte Koningsplein dan mulai melayani perjalanan jarak jauh, termasuk perjalanan menuju Bandung dan Surabaya.
Seiring berkembangnya Jakarta, pemerintah melakukan berbagai perubahan terhadap jaringan kereta di pusat kota.
Salah satu perubahan paling besar terjadi melalui pembangunan jalur layang Jakarta Kota–Manggarai pada akhir 1980-an dan awal 1990-an.
Pemerintah membangun kembali Stasiun Gambir sebagai stasiun layang modern. Bangunan baru tersebut memiliki karakter khas dengan bagian atap yang mengambil inspirasi bentuk joglo dan elemen warna hijau yang mudah dikenali.
Pada 5 Juni 1992, Presiden Soeharto meresmikan bangunan baru Stasiun Gambir.
Sejak periode tersebut, Gambir semakin berkembang sebagai salah satu gerbang utama perjalanan kereta jarak jauh dari pusat Jakarta.
Saat ini KAI kembali menyiapkan pengembangan Gambir melalui konsep Modern Station & Lifestyle Hub.
Lokasi yang Sangat Strategis
Sejarah Stasiun Gambir sudah berlangsung lebih dari satu abad. Cikal bakalnya bermula ketika Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM membuka jalur kereta antara Batavia dan Weltevreden pada 15 September 1871.
Saat itu terdapat Halte Koningsplein di sisi timur kawasan yang kini dikenal sebagai Monas.
NISM kemudian membuka Stasiun Weltevreden pada 4 Oktober 1884.
Stasiun tersebut menggantikan peran Halte Koningsplein dan mulai melayani perjalanan jarak jauh, termasuk perjalanan menuju Bandung dan Surabaya.
Seiring berkembangnya Jakarta, pemerintah melakukan berbagai perubahan terhadap jaringan kereta di pusat kota.
Salah satu perubahan paling besar terjadi melalui pembangunan jalur layang Jakarta Kota–Manggarai pada akhir 1980-an dan awal 1990-an.
Pemerintah membangun kembali Stasiun Gambir sebagai stasiun layang modern. Bangunan baru tersebut memiliki karakter khas dengan bagian atap yang mengambil inspirasi bentuk joglo dan elemen warna hijau yang mudah dikenali.
Pada 5 Juni 1992, Presiden Soeharto meresmikan bangunan baru Stasiun Gambir.
Sejak periode tersebut, Gambir semakin berkembang sebagai salah satu gerbang utama perjalanan kereta jarak jauh dari pusat Jakarta.
Saat ini KAI kembali menyiapkan pengembangan Gambir melalui konsep Modern Station & Lifestyle Hub.
Maps Stasiun Gambir
Kereta Api yang Berangkat dari Stasiun Gambir
Stasiun Gambir melayani berbagai kereta api jarak jauh menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Baca juga : Stasiun Tugu Yogyakarta Dekat Malioboro, Ini Info Lengkapnya
Satu rangkaian kereta api dapat memiliki lebih dari satu jadwal keberangkatan dalam sehari, sehingga jumlah perjalanan harian lebih banyak dibanding jumlah nama kereta.
| Nama Kereta Api | Relasi Utama dari Gambir | Kota Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Parahyangan | Gambir – Bandung | Bandung |
| Papandayan | Gambir – Garut | Bandung, Garut |
| Pangandaran | Gambir – Banjar | Bandung, Tasikmalaya, Banjar |
| Gunung Jati | Gambir – Cirebon / Semarang Tawang | Cirebon, Semarang |
| Cakrabuana | Gambir – Cirebon / Purwokerto | Cirebon, Purwokerto |
| Muria | Gambir – Semarang Tawang | Semarang |
| Taksaka | Gambir – Yogyakarta | Purwokerto, Yogyakarta |
| Argo Dwipangga | Gambir – Solo Balapan | Yogyakarta, Solo |
| Argo Lawu | Gambir – Solo Balapan | Yogyakarta, Solo |
| Manahan | Gambir – Solo Balapan | Yogyakarta, Solo |
| Purwojaya | Gambir – Cilacap | Purwokerto, Kroya, Cilacap |
| Anggrek | Gambir – Surabaya Pasarturi | Semarang, Surabaya |
| Sembrani | Gambir – Surabaya Pasarturi | Cirebon, Semarang, Surabaya |
| Argo Anjasmoro | Gambir – Surabaya Pasarturi | Semarang, Surabaya |
| Argo Semeru | Gambir – Surabaya Gubeng | Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya |
| Bima | Gambir – Surabaya Gubeng | Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya |
| Brawijaya | Gambir – Malang | Solo, Madiun, Kediri, Malang |
| Gajayana | Gambir – Malang | Yogyakarta, Madiun, Kediri, Malang |
| Pandalungan | Gambir – Jember | Semarang, Surabaya, Probolinggo, Jember |
| Pandalungan 2 | Gambir – Jember | Jawa Tengah, Jawa Timur, Jember |
Catatan: Nama layanan, pola perjalanan, stasiun pemberhentian, dan jadwal dapat berubah mengikuti kebijakan operasional KAI.
Mulai 1 Oktober 2026, layanan Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu pada relasi Gambir–Semarang Tawang menggunakan satu nama, yaitu KA Muria. Selalu cek kembali jadwal pada tanggal keberangkatan.
Selain itu KAI juga menambah KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember mulai 18 Juni 2026 untuk menambah pilihan perjalanan menuju wilayah Jawa Timur dan kawasan Tapal Kuda.
Sementara itu, Argo Bromo Anggrek kini menggunakan nama KA Anggrek.
Perubahan identitas tersebut tidak mengubah fungsi utamanya sebagai salah satu layanan kereta unggulan antara Gambir dan Surabaya Pasarturi.
Rute Kereta Populer dari Stasiun Gambir
- Stasiun Gambir ke Bandung
Rute Jakarta–Bandung menjadi salah satu perjalanan yang mudah ditemukan dari Gambir. KA Parahyangan melayani relasi Gambir–Bandung dengan beberapa pilihan perjalanan.
Selain Parahyangan, penumpang juga dapat menemukan kereta seperti Papandayan dan Pangandaran yang melintasi Bandung sebelum melanjutkan perjalanan menuju Garut atau Banjar.
- Stasiun Gambir ke Yogyakarta
Untuk perjalanan ke Yogyakarta, KA Taksaka menjadi salah satu pilihan utama. Kereta ini menghubungkan Gambir langsung dengan Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu.
Selain Taksaka, beberapa kereta menuju Solo, Surabaya, dan Malang juga melewati Yogyakarta sehingga memberikan pilihan jadwal tambahan kepada penumpang.
- Stasiun Gambir ke Solo
Penumpang yang ingin menuju Solo dapat memilih Argo Lawu, Argo Dwipangga, atau Manahan. Ketiganya melayani relasi menuju Stasiun Solo Balapan dan melewati sejumlah kota penting di jalur selatan Jawa.
- Stasiun Gambir ke Surabaya
Gambir memiliki banyak pilihan perjalanan menuju Surabaya. Untuk Surabaya Pasarturi, penumpang dapat memilih KA Anggrek, Sembrani, atau Argo Anjasmoro.
Sementara untuk Surabaya Gubeng, tersedia Argo Semeru dan Bima. Beberapa layanan tersebut juga menawarkan kelas perjalanan premium. KAI mengoperasikan Suite Class Compartment pada Bima dan Argo Semeru untuk relasi Gambir–Surabaya Gubeng.
- Stasiun Gambir ke Malang
Brawijaya dan Gajayana menjadi pilihan perjalanan dari Gambir menuju Malang. Rute tersebut cocok bagi penumpang yang ingin menuju Malang untuk wisata, pendidikan, bisnis, maupun melanjutkan perjalanan ke kawasan Batu dan sekitarnya.
Cara Pesan Tiket Kereta dari Stasiun Gambir
Kalau kamu sudah menentukan kota tujuan dari Stasiun Gambir, kamu bisa mencari dan membeli tiket kereta melalui TiketKAI.
Kamu dapat menentukan stasiun keberangkatan Gambir, memilih kota tujuan, membandingkan pilihan jadwal yang tersedia, kemudian melanjutkan pemesanan sesuai kebutuhan perjalanan.
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan kembali nama penumpang, tanggal perjalanan, jadwal, serta stasiun keberangkatan agar tiket yang kamu pesan sudah sesuai dengan rencana perjalanan.
Download Aplikasi Resmi TiketKAI Disini
FAQ tentang Stasiun Gambir
Stasiun Gambir berada di kawasan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat. Lokasinya berada sangat dekat dengan Monumen Nasional atau Monas.
Kode yang digunakan untuk Stasiun Gambir adalah GMR. Saat mencari tiket kereta, kamu dapat melihat kode tersebut untuk memastikan memilih stasiun yang benar.
Stasiun Gambir melayani banyak kereta jarak jauh seperti Parahyangan, Taksaka, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Manahan, Anggrek, Sembrani, Argo Semeru, Bima, Gajayana, Brawijaya, Pandalungan, Purwojaya, dan berbagai layanan lainnya.
Ya. Salah satu kereta utama dari Gambir menuju Yogyakarta adalah Taksaka. Beberapa kereta menuju Solo, Surabaya, dan Malang juga melewati Yogyakarta.
Ya. Penumpang dapat menggunakan beberapa pilihan kereta menuju Surabaya Pasarturi maupun Surabaya Gubeng, antara lain Anggrek, Sembrani, Argo Anjasmoro, Argo Semeru, dan Bima.
Stasiun Gambir merupakan salah satu gerbang utama perjalanan kereta api jarak jauh dari Jakarta.
Lokasinya yang berada di pusat kota, dekat Monas, kawasan pemerintahan, hotel, dan berbagai destinasi wisata membuat stasiun ini memiliki posisi yang sangat strategis.
Dari Gambir, penumpang dapat menemukan perjalanan menuju Bandung, Garut, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Surabaya, Malang, hingga Jember.
Beragam fasilitas seperti ruang tunggu, restoran, minimarket, ATM, lounge, hotel transit, lift, eskalator, dan Face Recognition Boarding Gate juga mendukung kenyamanan perjalanan.
Sebelum berangkat, selalu periksa nama kereta, jadwal, stasiun tujuan, dan informasi operasional terbaru.
Datanglah lebih awal agar kamu memiliki cukup waktu untuk melakukan boarding dan menuju peron. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan dari Stasiun Gambir dapat dimulai dengan lebih praktis dan nyaman.
